Ronaldo Merasa Dizalimi dan Menjadi Korban Persekusi

Superstar Real Madrid Cristiano Ronaldo mengaku dirinya merasa dizalimi dan menjadi korban persekusi setelah mendapatkan sanksi lima pertandingan.

Sanksi tersebut dijatuhkan oleh Federasi Sepakbol Spanyol, RFEF, setelah Ronaldo diusir keluar oleh wasit di leg pertama Piala Super Spanyol melawan Barcelona. Setelah dikartu merah, ia emosi dan kemudian mendorong wasit.

Alhasil, ia pun terpaksa absen di leg kedua lawan Barca nanti. Ia juga tak akan bisa main di pertandingan melawan Deportivo La Coruna, Valencia, Levante dan Real Sociedad.

Ronaldo akhirnya merespon sanksi tersebut. Ia menumpkahkan kekecewaannya melalui akun Instagramnya.

Ia merasa sanksi itu berlebihan. Ia pun juga merasa hal itu membuatnya merasa dizalimi.

“Tidak mungkin tidak terpengaruh oleh situasi ini, 5 pertandingan!!”

“Kelihatannya berlebihan dan menggelikan, ini disebut persekusi (penganiayaan)! Terima kasih kepada rekan setim saya atas dukungan dan dan juga untuk para fans!!!”

Sebelumnya, superstar asal Portugal tersebut terancam hukuman sanksi sampai 12 laga. Akan tetapi RFEF memilih menjatuhkan sanksi lima laga saja.

Hukuman satu laga diberikan akibat kartu merah. Sementara empat lainnya karena aksinya yang mendorong sang pengadil lapangan.

Selain itu, RFEF juga menjatuhkan denda pada pemain 32 tahun tersebut. Ia dikenai denda sebesar 3,850 Euro dan pihak Madrid sendiri dikenai denda 1,750 Euro.

0 Replies to “Ronaldo Merasa Dizalimi dan Menjadi Korban Persekusi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *